Terimakasihku, untuk Ayah dan Ibu

24 Juni 2010. Pagi ini aku duduk di depan komputerku. Komputer yang selama ini menemani hari – hariku sejak aku berada di bangku SMA. Aku masih ingat, ketika dulu aku berkeras hati ingin memiliki sebuah komputer, aku meminta ayah dan ibuku untuk membelikanku sebuah komputer tanpa berpikir bagaimana susahnya mencari uang. Entah bagaimana perasaan mereka saat itu, mungkin mereka bahagia  dengan penuh haru karena mereka telah memberikan  sebuah komputer yang sangat diinginkan oleh anaknya saat itu. Bahkan aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka. Betapa keras kepalanya aku di waktu itu.

Perubahan begitu kontras. Sekarang semua terlihat hitam, sangat berbeda dengan komputer yang pernah kumiliki empat tahun yang lalu, bahkan lebih. Tidak ada lagi nuansa putih klasik – monitor, CPU, bahkan mouse bola berwarna putih pun sudah tergantikan dengan yang baru. Beberapa dari barang – barang itu sudah mampu kubeli dengan uangku sendiri sebagai hasil dari kerjaku di bidang web administrasi web. Tetapi semua itu tidak akan dapat kuraih tanpa kontribusi mereka sebagai orang yang paling banyak membantuku dalam hidupku.

Karena aku sekarang menyadari jika kehidupan itu begitu berat di masa itu, aku mencoba untuk menjadi diriku yang terbaik bagi mereka dan semua orang yang ada di sekitarku. Meskipun tidak ada yang tercipta sempurna di dunia ini, aku ingin menjadi yang terbaik.

Terimakasih karena selama ini telah membuatku bangga dengan diriku sendiri.

Mungkin tidak banyak kata “terimakasih” yang sempat kuucapkan dikala mereka memberikan yang terbaik untukku dan tidak banyak senyuman manis yang kuberikan atas semua kasih mereka yang tak akan terbalas. Aku takut jika suatu hari nanti mereka bersedih ketika mereka mengingat diriku yang memberikan muka masamku hanya karena mereka tidak / salah memberikan apa yang kuminta.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

Leave a Reply