Antara Theme dan Si Pemilik Blog

Ini merupakan posting intermezzo menjelang bulan ramadhan. Yah, sepertinya makin nampak malesnya menulis. Padahal di awal berdirinya blog ini, semangat untuk nge-blog mengalahkan semangatku untuk makan dan minum, bahkan pemakaian bandwith blog ini hampir 50% lebih berasal dariku sendiri sebagai pemilik blog. Jadi teringat masa-masa awal blog-ku yang satunya (yang sudah tidak terurus lagi), aku sempat mempunyai semboyan “A Post A Day” :capedes *cape deh*.

Sebenarnya tulisan ini lebih menekankan pada visual / tampilan sebuah blog, bukan terpaku pada theme semata.

Setiap blog memiliki ciri khas tersendiri menyajikan materi yang dibuat oleh si pemilik blog atau orang-orang yang memang ditugaskan untuk mengisinya. Ada yang menyajikan blog-nya dengan penuh desain grafis dari kreativitas memadukan gambar dan menjadikan blognya tampak “wah”. Tidak jarang ditemui orang-orang yang meminimalisir penggunaan gambar pada theme mereka dengan harapan akan mempercepat waktu load, sehingga pengunjung merasa nyaman mendapatkan informasi atau bahan bacaan dari blog mereka. Bagaimana dengan anda?

Tampilan Blog Orang-orang yang Baru Mengenal Blogging

Pada awal-awal blogging, mungkin hal pertama yang dilakukan si pemilik blog adalah mengganti theme default. Mereka mencoba mengganti theme dengan bertanya kepada temannya yang mengajaknya blogging, atau mengetikkan keyword “mengganti theme WordPress” di mesin pencari, meskipun tidak sedikit orang-orang yang mencoba-coba sendiri mengubah tampilannya.

Apa yang berikutnya? Pada umumnya orang-orang yang baru pertama blogging, melakukan kunjungan ke blog-blog untuk mencari referensi. Tiba-tiba nyasar di salah satu blog, liat widget jam yang digunakan si pemilik blog yang dikunjungi, lantas mereka mencari tahu cara memasangnya. Bahkan tidak sedikit blog yang baru mempunyai satu tulisan memiliki sidebar yang dipenuhi widget yang banyak, dari jam dinding, kalendar, bahkan bila masih memungkinkan, kulkas, dan mesin cuci pun akan mereka taruh bersama jemurannya :matabelo: (*pengalaman pribadi*).

Namun seiring dengan pemahaman mereka tentang blogging, kebanyakan dari mereka mulai mengurangi hal-hal yang sebenarnya kurang bermanfaat dari blog mereka atau sama sekali meninggalkan blog mereka tidak terurus :nohope:.

Salah? Tidak, mereka mencoba untuk mencari hal yang pas di hati mereka. Tidak ada salahnya, yang membuat salah adalah apabila membiarkan diri kita sendiri mengikuti hal yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan :gila:.

Tampilan Blog Para Blogger Senior

Berdasarkan pengalaman pribadi berkunjung-kunjung ke blog para blogger yang cukup terkenal, kebanyakan dari mereka menyajikan tampilan blog yang sangat sederhana kepada pengunjung. Beberapa lebih memilih menonjolkan kemampuan mereka mengedit CSS daripada mengandalkan gambar dan tidak jarang header mereka hanya berupa teks.

Dalam hal pemilihan widget, para senior lebih mementingkan kesederhanaan, namun tetap komplit. Seperti apa? Komentar terbaru, tulisan terbaru, link, kategori dan beberapa widget standar lainnya.

Menurutku hanya dengan mengandalkan tulisan, mereka sudah dapat menarik banyak pengunjung yang senantiasa memberikan komentar di tulisan-tulisan mereka yang berbobot.

Bagaimana dengan anda? apakah akan mengikuti jejak para senior? ato tetap berpendirian teguh dengan idealisme anda sendiri?

Tentang Tampilan Blog ini (8 Agustus 2010)

:cd Bagian yang kurang penting, silakan skip bila mau.

Blog ini sempat berganti-ganti tampilan. Theme pertama blog ini kuakui sangat memukau, hingga akhirnya aku putuskan untuk menggantinya karena tulisan-tulisanku kalah cakep daripada theme yang digunakan. Setelah muter-muter mencari theme yang sesuai dengan blog ini dan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti jejak salah seorang temanku untuk mengubah theme yang sederhana menjadi theme yang sedikit berbeda hingga tampilan blog yang dapat anda liat seperti ini (bila belum diganti, blog ini memiliki warna dasar putih, dan hanya terdapat sedikit hiasan pada beberapa komponen pada sidebar dan footer yang membedakan dengan theme asli yang belum dimodifikasi).

Untuk widget, aku merasa widget yang ada di blog-ku ini masih kurang dalam hal kombinasi, bahkan aku dengan bangga menaruh gambar page rank blog ini yang masih berupa angka 0 :hammers.

Sederhana kan? Terus, bagaimana dengan tampilan blog anda?

46 comments » Write a comment

  1. sementara ini saya masih menjunjung tinggi idealisme . dan tidak ingin mencontek dari blog senior untuk masalah tampilan :2thumbup

  2. Soal themes, banyak blogger senior yang menggunakan thesis. Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri, Thesis sangat populer. Mau pakai themes ini, tapi harganya amit-amit.

    • Ya. Itu menjadi hal yang dapat meningkatkan gengsi mereka. Mau coba mas?

      Kalau saya harus tetap bersyukur dengan theme gratis ini, karena masih ada kebutuhan lain yang harus saya penuhi.

  3. Saya selaku junior pun ingin menjunjung tinggi idealisme, dengan tidak memasang yang neko-neko. Bikin berat blog aja

    • Saya selaku orang yang lebih junior daripada anda mencoba mengikuti langkah anda untuk tidak memasang hal yang neko-neko, tapi untuk masalah header dan beberapa gambar mohon dimaafkan. hehe (nanti saja tobat masang image)
      :hammer

    • “Terkadang selera seseorang berubah seiring seseorang itu menjadi dewasa :D”
      Tapi kalimat hanya sebuah opini dan diambil dari sample yang sedikit – tidak membutktikan seutuhnya tentang kebenaran tentang selera seseorang

  4. Ah, saya masih mengandalkan gambar untuk setiap postingan saya. Saya merasa ada yang kurang kalo gak ada gambar. Bahkan saya ngerasa ada yang kurang kalo header blog gak bergambar.

    Benar kata Mas Agus Siswoyo, tampilan blog tidak selalu mewakili kemampuan terbaik seorang blogger, tergantung selera (kembali). Yang penting terus nulis di blog.

    • Gambar di tiap posting? saya juga. hehehe
      :cendol
      Formatting dan Image dalam gambar itu sudah menjadi hal pokok, walaupun blog minimalis, tulisan tetap nomor 1. hehe
      :pertamax

  5. tampilan blog sedikit banyak bisa menggambarkan bagaimana pemilik blog itu
    seperti juga distro yang dipakai menggambarkan penggunanya

    soal gambar, sering gambar menjadi daya tarik pengunjung membaca suatu postingan

    :ngacir2

    • Hehe.. terkadang gambaran seseorang memang tercermin pada sesuatu hal yang ada di sekitarnya.

      benar sekali, rasanya posting sepi kalau tanpa gambar.

      • Hengki,
        Ya memang sepi jika tanpa gambar sama sekali.
        Dan itu memang sangat tidak dianjurkan oleh WCAG 2.0! Gambar dan berkas multimedia lain sangat membantu memudahkan memahami konten.

        • @ dani : Benar sekali, namun terkadang ada kalanya ada tulisan yang tidak mesti menggunakan gambar ataupun konten multimedia lainnya, tapi tetap saja, kontent multi media menjadi salah satu daya tarik

          • Saya rasa selera pemilik blog adalah yang paling pas, dengan demikian, pemilik blog dapat menyesuaikan dengan mood menulisnya :).

  6. paragraf pertama sepertinya FLUFF jadi saya lewatkan saja, paragraf kedua juga begitu…he..he..he.. (bukan bermaksud fast reading)

    Masalah tampilan memang masalah selera, tapi disesuaikan juga dengan konsep & tujuan kita ngeblog, kalau blognya membahas tentang photoshop tentu blognya banyak memasang image yang dibuat di PS.

    Kebetulan saya suka tampilan yang sederhana & memasang widget yang seperlunya saja itu dikarenakan blog saya masih baru, belum banyak postingan yang berarti & belum banyak pengunjung yang bertandang ke blog saya, jadi kenapa harus saya buat ribet.

    • @ Rudy Azhar : Hehe. silakan lewatkan bagian FLUFF, saya tidak melarang untuk melakukan fast reading

      Itu mencermikan karakteristiknya juga, misalnya untuk tutorial PS, eh gambarnya sangat sederhana dan kurang menarik, patut dicurigai tuh.

      Sip. Intinya kita harus membuat simpel tapi menggigit

  7. saya emang cenderung lebih suka tampilan yg simpel dan elegan… beberapa theme saya belakangan emang hasil eksperimen semena-mena belajar web design tapi males belajar PHP-nya. haha, yang penting layouting dan desainya bikin sendiri meski kerangkanya pake starter theme kosongan

    yg sekarang sementara pake theme bikinan orang aja dulu, lagi gak ada waktu buat ngurus blog sendiri

    • @ akhy : pernah mendengar tentang keluhan rencana bikin theme dari nol ditunggu theme selanjutnya yang buatan sendiri.

  8. Saya perhatikan memang widget-widget di situs ini tidak begitu bagus. List, misalnya 7 tulisan terbaru, tidak cocok dengan desain secara keseluruhan.
    Spam juga menurut saya tidak penting. Apa ada gunanya memberitahukan jumlah spam yang diperoleh?
    Pengnjung kemungkinan besar orang Indonesia, jadi tidak perlu lagi didaftar negaranya.

    • Terimakasih mas Jeprie atas sarannya.. malam ini akan saya perbaiki. :thumbup
      Saya akan melakukan pemangkasan kepada beberapa widget dan memperbaharuinya.

    • wogh, mas Jeprie nongol di sini juga

      sedikit ngomentarin.. di bagian header, kayaknya kata-kata “hengkidh” jadi rada overuse ya? kesannya jadi mubazir dan mengurangi estetika *biarinsotoy*

      • iya. sepertinya terlalu banyak kata2 hengki di sini. hahaha.. baiklah. untuk masalah header, saya pending dulu.. mungkin hari minggu baru kelar.. :tkp

  9. salam kenal mas, menurut saya templete blognya bagus, terutama bagian home pagenya mas, ada navigasi utama yang ciamik :D. donlod temanya dimana ya?

    • Salam kenal juga.. Theme ini di download di WordPress.org

      Untuk bagiah home, itu kreasi sendiri .. bahkan untuk icon2nya bikin sendiri. hehe
      Silakan dicoba

  10. hehe sama juga mas pertama2 mah saya begitu semangat untuk memperindah blog tapi dengan seiiring waktu saya mulai mencopotnya malah pengennya saya masang widget itu all in one supaya ringkas dan loadnya cepet. kadang suka nanya sm temen2 loading blog saya cepet g yaah? hehe

  11. Tampilan si pemilik blog itu adalah ekspresi yang sedang pemilik itu pikirkan

Leave a Reply

Required fields are marked *.