Mencoba Lubuntu 12.04 di Asus Eee PC 1025c

Ibu (my mom) sudah punya notebook. Ya, walaupun masih sangat terbata-bata, paling tidak ibu sudah mulai lancar menggunakan touch pad. Dari segi spesifikasi, notebook ibu memang jauh lebih mantap daripada si ‘big baby’ alias notebook milik saya (mengapa ‘big baby’? Karena notebook milik saya, dengan merk *sensor*, itu berbadan dan berlayar besar dengan keadaan baterai yang tidak bisa berfungsi lagi, CD-ROM yang selalu gagal ketika proses burning CD / DVD; lebih parahnya lagi, sepertinya saya baru saja mematahkan casing belakang notebook saya). Pokoknya jauh banget daripada notebook Asus ibu saya.

Pertama memegang notebook ini saya sempat bingung ingin memasang Linux apa setelah melihat VGA yang terdapat di dalam notebook. Browsing sebentar dengan bantuan paman Google, akhirnya saya menemukan sebuah posting di salah satu blog tentang Lubuntu 12.04 dengan resolusi yang benar. Tanpa berpikir panjang, akhirnya saya download Lubuntu dari situs resminya. Perlu diingat, Anda harus install driver VGA-nya agar dapat menikmati resolusi 1024×600.

Sekilas tentang Lubuntu dari website-nya:

Lubuntu is a flavor of Ubuntu based on the Lightweight X11 Desktop Environment (LXDE), as its default GUI. The goal is to provide a very lightweight distribution, with all the advantages of the Ubuntu world (repositories, support, etc.). Lubuntu is targeted at “normal” PC and laptop users running on low-spec hardware. Such users may not know how to use command line tools, and in most cases they just don’t have enough resources for all the bells and whistles of the “full-featured” mainstream distributions.

Ya, benar! Distro Linux yang satu ini memang ringan namun tetap bisa menikmati keuntungan dari Ubuntu. Secara default, desktop environment yang digunakan adalah LXDE; berbeda dengan ubuntu yang menggunakan Unity. Silakan coba sendiri.

Screen-shot:

 photo 2013-05-14-100544_1024x600_scrot_zpse5e36d54.png

 photo 2013-05-14-101255_1024x600_scrot_zps4284adec.png

1 comment » Write a comment

  1. Pingback: Mom and Internet | HengkiDH.com

Leave a Reply