Movie Review: Goosebumps, Tidak Hanya Seru Untuk Ditonton Anak-anak

Melihat film ini membuat saya teringat dengan masa-masa ketika saya berada di SMP. Ketika itu saya senang sekali membaca Goosebumps. Buku ini dipinjamkan oleh teman saya yang hobi membaca. Well, ini adalah salah satu fiksi yang berhasil saya baca hingga selesai satu buku di masa itu. Entah berapa buku yang sempat saya baca. Meminjamnya pun harus ‘backstreet’ karena di masa itu tidak boleh membawa buku / majalah yang tidak berhubungan dengan pelajaran sekolah. Hobi membaca saya baru keluar ketika saya berada di bangku SMA. Pantas saja jika teman saya yang, mungkin, memiliki hobi membaca dari kecil itu sekarang sudah menjadi dokter dan saya masih menjadi rakyat jelata. Okay, bercanda, abaikan bagian ini.

Apakah Anda mengetahui apa itu Goosebumps? Goosebumps merupakan merupakan buku fiksi horor untuk anak-anak yang ditulis oleh R. L. Stine.

Goosebumps yang dirilis pada tahun 2015 ini disutradarai oleh Rob Letterman. Jika Anda mengira ini adalah film horor yang dikemas dengan adegan-adegan menegangkan, Anda salah besar. Salah satu tokoh yang ada di film yang ber-genre action-horror-comedy ini adalah Jack Black yang memerankan R. L. Stine. Anda pasti akan menebak-nebak film horor seperti apa ini nantinya melihat film-film yang pernah dibintanginya. Selain Jack Black, film ini dibintangi oleh Dylan Minnette sebagai Zach, Odeya Rush sebagai Hannah, dan Ryan Lee sebagai Champ.

Cerita Bermula

Bermula dari seorang anak, Zach, yang pindah ke rumah barunya karena sang ibu dipindah tugaskan ke sebuah kota. Ketika Zach ingin membawa masuk barang-barang yang ada di mobil ke dalam rumah, barang-barang yang berada di dalam kardus berjatuhan melalui bagian bawah kardusnya. Kemudian muncul Hannah dari balik jendela dengan paras cantiknya. Menurut saya, di adegan ini Hannah terlihat paling cantik dengan rambutnya yang terurai. Kalian pasti sudah bisa menebak kalau Zach sudah mulai tertarik dengan tetangganya, Hannah, pada perjumpaan pertama mereka.

Hannah mempunyai seorang ayah yang misterius (belakangan diketahui bahwa ayahnya merupakan salah satu penulis ternama R. L. Stine). Dia tidak menginginkan anaknya bergaul dengan orang luar. Ayahnya bahkan sangat marah jika dia bertemu dengan Zach.

Suatu ketika, Zach melihat Hannah sampai berteriak ketika dimarahi oleh ayahnya. Hingga akhirnya Zach melapor ke polisi bahwa ada kekerasan rumah tangga yang terjadi di rumah tetangganya itu. Alhasil dua orang polisi datang kerumah itu. Tetapi mereka tidak menemukan ada kekerasan. Ayahnya Hannah berkata suara teriakan itu bersumber dari televisinya. Polisi tidak menemukan bukti yang kuat dan Zach tetap yakin bahwa suara teriakan merupakan teriakan dari Hannah.

Karena penasaran, Zach dibantu dengan teman yang ia jumpai di sekolah barunya, Champ, mendatangi rumah Hannah diam-diam. Sebelumnya Zach membuat ayah Hannah meninggalkan rumah dengan berpura-pura menjadi polisi yang menelpon rumahnya meminta agar dia datang ke kantor polisi. Sesampainya di dalam rumah, Zach dan Champ menemukan lemari buku Goosebumps dengan berbagai judul. Masing-masing buku tersebut terkunci dan kuncinya ada di dekat buku-buku itu (oke, biar bisa ditemukan dengan gampang. Hahaha.). Champ membuka salah satu bukunya. Sebuah monster kera besar keluar dari buku. Monyet! Iya, monyet

Ulasan

Karakter Hannah yang cantik merupakan salah satu daya tarik pada film ini, dan juga pada film-film lain pada umumnya. Eh, Zach juga tampan (bukan menurut saya). Karakter seperti ini sudah sering kita lihat di berbagai film, kalau tidak pacaran, suami-istri, atau kaka-adik. Sedangkan karakter Champ, digambarkan sebagai seorang yang kurang memiliki teman karena tingkah lakunya yang bisa dibilang ‘kurang gaul’. Melalui karakter Champ lah sisi komedi bermunculan. R. L. Stine yang diperankan oleh Jack Black juga menambah sisi komedi meskipun di sini dia diceritakan sebagai orang yang pemarah dan cukup misterius pada awalnya.

Secara garis besar, film ini lumayan asyik untuk ditonton. Jika Anda penakut, Anda tidak perlu mengurungkan niat untuk menonton film ini karena porsi komedinya akan mengurangi rasa takut anda. Buruan tonton film ini.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

3 comments » Write a comment

  1. Sudah nonton! Asli ini keren film nya meolah ingat lawan jumanji, meolah ingat lawan mantan jua :’v

    Btw si Hannah lebih cocok main lawan aku pang sebujurnya di film ini…

Leave a Reply