Review Film Captain America: Civil War – Ending Yang Menarik

Film ini, Captain America: Civil War, merupakan film yang tiketnya paling susah saya dapatkan. Bayangkan saja, saya harus pergi berkali-kali ke satu-satunya bioskop yang ada di Banjarmasin untuk mendapatkan tiketnya. Percobaan pertama adalah ketika tayangan perdana film ini. Saat itu hanya tersedia seat yang paling depan. Percobaan berikutnya batal nonton lagi karena antrean yang lumayan panjang – beneran panjang! Percobaan selanjutnya gagal lagi karena tidak dapat tempat parkir. Mall memang sedang ramai-ramainya dikunjungi. Percobaan yang terakhir, 5 Mei 2016, berhasil. Sebenarnya hampir menyerah juga. Setelah melihat antrean yang juga sangat panjang padahal udah datang lumayan pagi, akhirnya saya memutuskan untuk makan dulu. Sambil menikmati makanan, saya menghubungi adik tingkat di kuliah dulu yang kebetulan terlihat di antrean untuk menanyakan bagiamana antreannya. Setelah menghabiskan nasi . Akhirnya saya mencoba untuk mengantre. Masih panjang? Ya, masih panjang! Hingga pada akhirnya adik tingkat saya menawarkan untuk menitipkan tiket – ah baik sekali semoga nanti Tuhan membalas kebaikan mereka. Bayangan saya adalah saya mendapatkan tiket di kursi paling depan seperti beberapa film yang saya tonton sebelumnya; ternyata tidak! Beberapa baris dari belakang! Yes. Himung kada katulungan tu pang (senang sekali)

Sebelum Anda melanjutkan untuk membaca review ini, saya peringatkan bahwa mungkin akan ada banyak spoiler. Jika Anda sudah menonton atau tidak peduli dengan spoiler, silakan lanjut membaca.

Trailer 2 Captain America: Civil War.

Mungkin Anda juga ingin membaca Movie Review: Goosebumps, Tidak Hanya Seru Untuk Ditonton Anak-anak

Sekilas tentang film ini.

Captain America: Civil War merupakan sebuah film yang diproduksi oleh Marvel Studios. Film dengan durasi 147 menit ini asyik untuk ditonton. Film ini merupakan film sekuel dari beberapa film Captain America dan disutradarai oleh Anthony Russo dan Joe Russo. Sebelumnya dua bersaudara ini berhasil menarik minat penonton dengan film Captain America: The Winter Soldier. Masih dibintangi oleh si ganteng (teman saya yang bilang) Chris Evans sebagai Captain America, film ini sudah sukses membuat penasaran penikmat film action di daerah tempat saya tinggal, Banjarmasin. Terbukti dengan ludesnya tiket beberapa hari sebelum saya menonton.

Melihat sampul dari Captain America: Civil War ini pasti Anda sudah membayangkan – Another superhero battle. Sekarang lagi musimnya superhero main ‘pukul-pukulan’ sesama superhero. Mirip seperti beberapa waktu yang lalu film tentang Batman vs Superman. Sebenarnya saya sedikit kecewa dengan konsep yang mirip-mirip seperti ni. Tetapi, kekecewaan saya berkurang setelah melihat alur kisah yang menarik. Di sampul film Captain America: Civil War ini si Captain America berhadap-hadapan dengan Iron Man yang dibintangi oleh Robert Downey Jr. Dari situ sudah terbayang siapa yang bakalan duel-duelan di dalam film. Di samping mereka juga terlihat para Avengers lainnya berdiri saling berhadapan. Ya, untungnya terlihat sebanding dalam hal jumlah.

Kisah bermula.

Kisah bermula dengan adegan Bucky Barnes yang dimantrai dan disuruh untuk mengambil serum perajurit super dan membunuh mereka yang membawa serum tersebut. Dari adegan ini yang perlu Anda ingat jika ini adalah film Captain America pertama Anda adalah Bucky Barnes dapat diperintah dengan membacakan mantra.

Kurang lebih setelah setahun terkalahkannya Ultron, Seteve Rogers (Captain America) bersama para Avengers lainnya mencoba menggagalkan Brock Rumlow mencuri senjata biologis. Mereka berhasil menggagalkannya dengan beberapa pertempuran yang ‘biasa’ saja. Meskipun begitu, pertempuran inilah yang merupakan bagian yang mengawali konflik di film ini. Brock Rumlow bertarung dengan Captain America. Pada saat kekalahannya Brock Rumlow mencoba untuk bunuh diri. Eh, ternyata di sana, kalau ada superhero sedang bertempur, banyak warga sipil yang menonton. Lah, kok jadi seperti tontonan. Brock Rumlow mencoba untuk meledakkan dirinya sendiri, agar bisa mati bersama si Captain America, so sweet. Beruntung kemudian Wanda datang dengan kekuatannya untuk menahan agar bom cuma meledakkan Brock Rumlow sendiri. Namun sayang, karena Wanda tidak mampu menahan cukup lama, bom tersebut meledak di bangunan, dan menewaskan beberapa warga sipil.

Berawal dari kejadian di atas. Banyak yang menyalahkan para Avengers. Mereka menegaskan bahwa Avengers bertindak merugikan warga sipil. Banyak yang terluka karena pertarungan mereka dengan para musuh. Sama juga kasusnya dengan Batman vs Superman di mana para warga sipil merasa dirugikan dengan adanya superhero yang membuat kerusakan. Avengers diminta untuk menandatangani kontrak bahwa mereka tidak lagi bekerja sebagai swasta, tapi diawasi oleh pemerintah. Nah, Avengers jadi PNS . Dari sinilah mulai terbelah kubu antara para Avengers. Siapa sangka, ternyata yang pro terhadap pemerintah adalah Iron Man, bukan Captain America.

Dibuatlah sebuah konfrensi perihal permasalahan itu. Ketika sedang mengadakan konfrensi, terjadilah  ledakan. Dan pada suatu cuplikan CCTV diperlihatkan salah satu Winter Solider, Bucky Barnes melakukan pengeboman. Semakin membuat kacau saja karena Bucky diketahui merupakan teman dari Captain America. Dalam penangkapan Bucky, captain America ‘terlihat menolong’ Bucky. Hal tersebut memperkeruh keadaan karena Captain America diketahui tidak menginkan perjanjian yang ‘membatasi’ Avengers.

Kalau saya mengajak Anda bermain tebak-tebakan dengan pertanyaan “Apa yang menyebabkan Captain America bersitegang dengan Iron Man?”, saya yakin Anda akan menebak “Mereka diadu domba”. Bagian ini memang benar adanya dan sangat mudah untuk ditebak. Perpecahan inilah yang membuat Avenger terbagi menjadi dua kubu. Memang benar cuma dua kubu; tidak ada kubu netral. Kubu Iron Man melakukan pengejaran kepada kubu Captain America.

Ilustrasi Captain America: Civil War

Ilustrasi Captain America: Civil War

Kubu Captain America telah terlebih dahulu mengetahui bahwa Bucky tidak bersalah. Ada yang mengadudomba mereka yaitu seorang yang bernama Zemo. Para kubu Captain America ingin menangkap Zemo karena belakangan diketahu bahwa Zemo menanyakan perihal kejadian 1991 kepada Bucky setelah membacakan mantra agar Bucky mematuhinya. Hal yang ditakutkan adalah Zemo ingin membangkitkan prajurit super, Winter Soliders.

Beberapa tokoh muncul secara tidak terduga

Spiderman dengan kostum lucunya muncul di film ini. Peter Parker terlihat lebih muda. Bibinya juga sangat muda! Anda tidak akan menyangka kalau ia Spider-Ling, eh, maksud saya Spider-Man. Tony Stark meminta tolong kepada Peter Parker untuk membantunya mengejar kubu Captain America. Nah, pernah terbayang tidak kalau yang membuatkan kostum sang Spiderman adalah Tony Stark?

Selain Spiderman, Anda juga menjumpai AntMan dan Black Panther. Saya sendiri sempat tidak mengenalinya, tapi, ya, betul, Antman! Dia membantu ‘pelarian’ kubu Captain America.

Beruntung tidak ada tokoh lain seperti Superman & Thor ikut serta di pertarungan antara Avengers ini. Bisa hancur bumi ini. Apalagi kalau ada Power Rangers beserta Ultraman #Eh .

Ending yang tidak terduga (mengandung spoiler jika belum tahu alur kisah / menonton disarankan untuk tidak membaca bagian ini).

Ending dari film Captain America: Civil War juga sangat tidak terduga. Bayangan pertama saya adalah bahwa para Avengers akan berhadapan dengan para Winter Soldiers yang dibangkitkan oleh Zemo. Ternyata tidak! Jauh-jauh datang ke ‘gunung es’ si Captain America bersama Iron Man tidak pukul-pukulan dengan Winter Soldier. Tetapi, lagi, pukul-pukulan dengan sesama. Si Zemo tidak membangkitkan para Winter Soldiers. Dia memperlihatkan sebuah cuplikan video yang sebelumnya ada di bagian awal. Ternyata jalan yang ada di video tersebut dikenali oleh Tony Stark. Orang yang terbunuh ternyata merupakan orang tua dari Tony Stark.

Terkuak motif si Zemo mengadu domba mereka. Alasannya adalah karena keluarganya terbunuh. Dengan mempelajari tentang Captain America dia mulai merencanakan beberapa hal yang membuat para Avengers terpecah belah dan saling bertarung. Pasti Anda tidak menyangka.

Dari segi ending, film ini sudah lumayan membuat saya terkesima. Sebelumnya saya berpikir bakalan menemukan ending yang membosankan seperti para superhero berbaikan, memenangkan pertarungan dengan Winter Soldiers, dan akhirnya dunia kembali tentram. Over all, Captain America: Civil War pantas untuk ditonton.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

4 comments » Write a comment

Leave a Reply