Suka-duka Menjadi Seorang Perfeksionis

Mungkin kamu pernah menemui beberapa orang yang selalu ingin menjadi yang terbaik, atau selalu memikirkan hal-hal terlalu detil, atau kamu termasuk dalam orang-orang seperti itu. Mereka terlalu memikirkan hal yang namanya kesempurnaan. Nah, tahu sendiri kan kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Di dunia ini tidak ada yang sempurna apalagi yang namanya manusia. Eh, apalagi yang namanya cowok! Haha.

Lambat mengerjakan sesuatu

Bukan karena malas, walaupun terkadang ada juga karena malasnya, seorang yang perfeksionis akan lama dalam mengerjakan sesuatu. Karena terlalu memikirkan detil dan segala kekurangan yang mungkin bagi seseorang biasa adalah hal yang sepele.

Tidak hanya memikirkan tentang apa yang mungkin akan orang bilang tentang pekerjaan mereka, tapi mereka terlalu menilai apa yang mereka sendiri kerjakan. Semua harus selesai tanpa ada kesalahan dan jika menemukan sedikit kesalahan, mereka akan terlalu memikirkannya (mungkin dengan berlebihan).

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, mereka akan melihat ulang berkali-kali hasil kerjanya dan mencoba membayangkan semua ketidak sempurnaan yang ada menurut mereka.

Selalu ingin menjadi yang terbaik

Setiap orang boleh berkompetisi, tetapi terkadang harus dapat menerima kekalahan. Bagi seorang yang perfeksionis, mungkin kekalahan adalah hal yang sangat tidak diinginkan. Apalagi jika orang itu telah melakukan hal dengan sangat detil ‘kesempurnaan’nya itu.

Kekalahan dapat di jadikan sebuah pembelajaran untuk memperbaiki apa yang menjadi kekurangan selama ini. Bukan menjadi penghalang yang membuat down dan mempengaruhi agar berhenti untuk mencoba.

Tidak hanya selalu ingin hasil kerjanya selalu terbaik, tapi juga ketika memilih sesuatu. Mereka akan menjadi sangat pemilih. Mungkin salah satunya adalah ketika memilih rumah. Ingat memilih rumah, jadi ingat Perumahan Murah dari Perumnas.

Sebagian tidak mau disalahkan

Tidak ada orang yang mau disalahkan. Tetapi sebagai manusia yang merupakan tempatnya salah, tidak ada salahnya jika mencoba merenungkan sebentar karena mungkin saja kita memang benar-benar salah.

Hal seperti ini sangatlah mungkin terjadi karena mereka merasa telah melakukan hal dengan sangat teliti dan berharap mendapatkan feedback yang membuat hati mereka senang.

Tidak mau disalahkan - sumber: pixabay.com

Tidak mau disalahkan – sumber: pixabay.com

If you are there, cobalah untuk sedikit mengurangi rasa perfeksionis itu. Tidak semua orang sempurna dan terkadang apa yang telah kamu buat adalah hal yang sudah acceptible di mata orang. Jangan memberikan beban kepada pikiranmu terlalu berlebihan. Roda selalu berputar, jika kamu berada di salah satu sisinya, kamu akan merasakan berada di bawah dan di atas. Jangan membuat tenagamu terkuras hanya dengan menganggap masih ada yang belum sempurna.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

Leave a Reply