Tahu Nggak Kapan Harus Berinvestasi?

Kebayang nggak berapa harga bakso 20 sampai 30 tahun mendatang? Mungkin harganya adalah Rp 50.000-an. Kalau dulu, beberapa tahun yang lalu, dengan uang seharga Rp 3.000-an sudah dapat bakso dan gratis teh es, sedangkan sekarang, harga bakso ada di kisaran Rp 10.000-an dan cuma dapat senyuman gratis.

Tepat 1 minggu yang lalu, 19 November 2016. Manulife mengadakan sebuah #InvesTalk atau semacam bincang-bincang tentang investasi. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam di rumah makan Rempah Peangi ini membahas tentang apa, bagaimana, dan kapan harus melakukan investasi. Selain itu juga ada pembahasan tentang salah satu produk baru mereka, www.klikmami.com.

Acara kali ini lumayan seru. Sebelum acara inti dimulai, ada stand up comedy yang dibawakan oleh salah satu komik dari Banjarmasin. Pokoknya wow deh. Saking serunya sampai-sampai aku ketumpahan teh hangat di celana. Haha. Beneran!

 Acara inti diisi oleh salah seorang pembicara yang berbicara tentang reksa dana. Dari seisi ruangan mungkin hanya beberapa orang saja yang tahu tentang reksa dana. Termasuk saya. Iya, saya tergolong yang tidak tahu. Namun, dengan menangkap penjelasan yang dijelaskan oleh Bapak Putut Andanawarih yang merupakan Direktur Pengembagan Bisnis MAMI, akhirnya saya sedikit banyak mengerti apa itu reksa dana.

3 langkah sadar investasi juga dikemukakan oleh Bapak Putut. Pokoknya bagian ini adalah bagian yang paling mengena dalam #InvesTalk kali ini.

Bapak Putut Andanawarih Sedang Menyampaikan Materi

Bapak Putut Andanawarih Sedang Menyampaikan Materi

Insyaf

Jangan sampai uang yang kamu miliki hanya ditabung saja. Apalagi kalau uangnya kamu habiskan. Haha. Insyaflah wahai saudara-saudara di sana yang uangnya habis cuma buat traktir-traktir pacar. Mending uangnya dipakai untuk mentraktir aku. Eh.

Uang yang kamu miliki dapat digunakan dengan hal yang lebih bergua seperti berinvestasi. Kenapa harus berinvestasi? Ceritanya sama dengan ilustrasi yang aku tuliskan di awal paragraf. Di sana disebutkan tentang perbedaan harga dulu, sekarang, dan mungkin yang akan datang.

Jika kamu cuma menabung, uangnya akan tetap segitu-segitu saja. Misal di tabungan kamu ada Rp 15.000.000, dan kamu tidak menabung-menabung lagi. Uang yang sekarang bisa digunakan untuk membeli sebuah sepeda motor, 30 tahun lagi mungkin hanya bisa untuk membeli setengah sepeda motor (mungkin nanti sepeda motor diujualnya bisa setengah-setengah, thanks).

Oleh karena itu kita harus, berinvestasi!

Irit

Irit bukan berarti pelit lho. Jika setiap hari harus ke warung kopi (kafe) dengan membeli kopi minimal Rp 25.000 bukan berarti kalau kamu ber-irit harus berhenti ke warung kopi. Bolehlah ke warung kopi, tapi minimal harus sedikit dikurangi. Bisa digantikan dengan kopi sachet walau rasanya pasti sangat jauh berbeda.

Coba jawab pertanyaan di bawah ini dalam benak kalian:

Apakah selama ini barang-barang yang kalian beli adalah barang-barang yang kalian butuhkan? Bukan barang yang hanya kalian inginkan?

Masihkah kalian jomblo?

Eh, maaf, untuk line yang kedua jangan diambil hati. Haha.

Sebenarnya hal yang paling penting adalah membeli kebutuhan yang memang benar-benar dibutuhkan. Pokoknya kebutuhan lebih diutamakan. Jika ada uang lebihan, barulah berfikir untuk memenuhi keinginan. Tabung (investasikan) uang yang kamu miliki terlebih dahulu.

Oleh karena itu kita harus, berinvestasi! #2

Invest

Tahu nggak apa sih yang diperlukan untuk berinvestasi? Yang jelas, dan yang paling utama adalah uang. Yaiyalah, masa kamu ingin berinvestasi dengan kepingan-kepingan kenangan mantan (colek Adittya Regas). Yang kedua adalah pengetahuan. Pengetahuan di sini juga meliputi pengetahuan untuk pengambilan keputusan. Salah melakukan pengambilan keputusan dapat merusak segalanya. Apalagi salah mengambil tempat berinvestasi. Yang ketiga adalah waktu. Walaupun kita tidak menjalankan sendiri investasi, kita harus tetap memonitor setiap instrumen-instrumen yang dimiliki.

Tujuan mempunyai banyak instrumen investasi adalah mengurangi resiko investasi. Contohnya adalah jika kamu hanya berinvestasi di emas. Mungkin emas sekarang lagi naik daun. Lah mungkin beberapa tahun lagi emas sudah tidak naik daun, naik ojek online atau jalan kaki. Eh, maap tidak nyambung. Ya, pokoknya. Kalau harga emas beberapa tahun lagi selalu menurun, kamu akan rugi.

Oleh karena itu kita harus, berinvestasi! #3 #KlikMAMI #SekarangAja

Kenapa Harus Manulife?

Seperti yang aku katakan, instrumen investasi itu banyak. Salah satunya emas. Lha, kok emas lagi, ulang! Salah satunya adalah Reksa Dana Manulife. Boleh saja sih berinvestasi di emas, tapi seperti yang aku katakan sebelumnya, tidak ada salahnya untuk berinvestasi di instrumen lain.

Manulife sudah terpercaya selama 21 tahun di Indonesia (cukup tua sih, tapi masih tuaan aku, apalagi Beta #ColekBetaRucha). Wait, sebenarnya manulife sendiri sudah 125 tahun dikenal di dunia investasi. Kalau sudah bertahun-tahun dipercaya, berarti memang sudah sangat terbukti.

Tidak perlu tahu tentang pasar modal dan lain sebagainya. Cukup klik www.reksadana-manulife.com #SekarangAja. Tidak pakai ribet. Sekarang sudah serba online.

KlikMAMI, Apa itu?

Serba online! Zaman sekarang serba online, bahkan sekarang kamu bisa jual teman yang tidak terpakai, eh maksudnya barang yang tidak terpakai.

Salah satu produk dari Manulife yang baru adalah KlikMAMI (Manulife Aset Manajemen Indonesia). Berinvestasi dengan salah satu produk baru Manulife ini sangat mudah. Cukup dengan menyiapkan KTP dan rekening bank atas nama sendiri, kamu dapat mendaftar menjadi investor secara online. Tidak perlu datang ke kantornya untuk mengurus ini itu. Tidak perlu dandan atau mandi juga. Dengan aplikasi / website ini,  kamu dapat melakukan transaksi seperti membeli, menjual, dan mengalihkan reksa dana. Selain itu kamu juga dapat memonitor transaksi dan nilai investasi kapanpun dan di manapun.

Kapan Harus Berinvestasi?

Foto dulu, mumpung masih sepi

Foto dulu, mumpung masih sepi

Kapan Harus Berinvestasi? Jawabnya tidak berada di ujung langit, sehingga kamu tidak perlu jauh-jauh. Jawabannya adalah #SekarangAja. Act now! Semakin cepat berinvestasi , semakin panjang waktu sebelum dana diperlukan untuk realisasi. Berinvestasi di waktu muda lebih baik daripada bingung tentang nasib di hari tua nanti. Jangan lupa untuk insyaf, irit, dan invest.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

Leave a Reply