The Power of Deadline – Perlukah?

Terkadang  seseorang mempunyai seribu alasan untuk menunda-nunda untuk mengerjakan sesuatu. Tidak usah jauh-jauh, di antara kamu pasti ada orang yang selalu mengerjakan tugasnya di beberapa jam sebelum batas waktu pengumpulan tugas dengan banyak alasan. Salah satunya mungkin karena malas, bingung harus mulai darimana, atau tidak sempat karena males. Lah, Kembali ke malas lagi.

Kasus ini juga pernah terjadi ketika aku mengerjakan sebuah project, website, yang di halaman utamanya (satu-satunya halaman) bertuliskan “Coming soon!“. Perasaan sudah berbulan-bulan lamanya statusnya coming soon. Jangan sampai nanti aku menambahkan baris bertuliskan “forever”. Haha. Colek Beta. Jujur, bukan karena malas atau apa, tapi karena memang belakangan-belakangan-dan-belakangan ini agak sibuk dengan beberapa hal. Awalnya sih karena aku sendiri tidak tahu dari mana harus memulainya. Sekarang, sudah tahu, tapi… yasudahlah, pokoknya:

Coming soon.

Kembali ke topik. Deadline versus dateline, yang mana yang benar? Menurut beberapa sumber yang pernah kubaca, semuanya benar. Ya iyalah benar. Keduanya memang ada artinya. Tergantung bagaimana konteks kalimat di mana kata itu nantinya berada. Dateline adalah waktu yang kapan terjadinya sesuatu; biasanya akan kamu temui di koran. Contohnya seperti di bawah ini:

BANJARMASIN, Indonesia, 5 Juni – Beberapa jomblo berkumpul di halaman gedung ….

Sedangkan deadline adalah batas waktu sesuatu harus diselesaikan. Contohnya ada pada kalimat ini:

Selamat siang, anak-anak! Besok adalah deadline pengumpulan tugas menggambar.

Nah, jangan sampai salah lagi ya, bro.

Kenapa harus ada deadline?

Beberapa orang memberikan deadline terhadap hal-hal sepele. Aneh? Tidak, dengan memberikan deadline terhadap hal-hal yang kecil, kamu dapat membiasakan disiplin diri dalam mengerjakan sesuatu. Jika melewati deadline berarti kamu kehilangan uang yang seharusnya kamu dapatkan, kamu akan memahaminya. Hmm.

Mengerjakan Sesuatu (Sumber: Pixabay)

Mengerjakan Sesuatu (Sumber: Pixabay)

Membuat deadline untuk dirimu sendiri mengajarkanmu untuk menjadi lebih efisien dalam menggunakan waktu. Kamu akan menggunakan waktu luang untuk mencicil mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan sesuatu yang memang seharusnya kamu selesaikan.

Keinginan untuk harus menyelesaikan sesuatu secepatnya

Ini yang paling banyak dialami oleh orang. Kebanyakan orang mendapatkan ide brilian yang datang di dekat deadline. Beberapa orang menganggap sebuah ide yang muncul jauh-jauh hari sebelum deadline merupakan sebuah ide prematur. Ngomong-nomong soal prematur, mungkin kalian bisa baca tentang kenali penyebab lahir prematur. Berawal dari sebuah anggapan itu kamu mengulur-ngulur waktu, berharap menemukan alasan kenapa ide tersebut merupakan ide brilian. Padahal… Ide yang muncul di awal, jika kamu tekuni, bisa saja merupakan sebuah ide brilian yang mungkin lebih baik daripada ide yang muncul di dekat deadline.

Keinginan kamu untuk bisa menyelesaikan sesuatu secepatnya bisa membuat kamu berpikir keras untuk mengeluarkan ide atau paling tidak memulai untuk mengerjakan sesuatu. Kenapa kamu tidak mencoba untuk melakukan hal yang sama jauh hari? Try it!

Tidak ada deadline, maka tidak ada kata “selesai”

Kembali lagi ke beberapa poin di atas. Jika kamu mengerjakan sesuatu, buatlah deadline. Bukan deadline tidak hanya penanda waktu kapan kamu harus mengerjakan sesuatu. Tetapi merupakan pemicu semangat kamu untuk dapat menyelesaikannya tepat waktu bahkan kalau bisa sebelumnya.

Menunda-nunda pekerjaan adalah salah satu strategi orang yang pemalas dan itu tidak baik. Belajarlah untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan dengan mencicil pekerjaan itu. Kamu mungkin menemukan momen layaknya ide brilian yang muncul di akhir waktu ketika kamu mencicil pekerjaan.

“Goals are dreams with a deadline” – Napoleon Hill

Sedikit kesimpulan akhir

The power of deadline yang baik bukan hanya seperti halnya ide yang muncul di waktu terakhir atau mendekati deadline itu sendiri. Bisa jadi adalah sebuah ide yang muncul secara prematur. Buat deadline sebagai pemicu disiplin kamu. Jangan sampai deadline memperbudak kamu di jam-jam terakhirnya.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

1 comment » Write a comment

  1. memang benar mas, sekarang kalau tidak ada deadline maka tidak selesai kerjaannya. banyak godaan dan kegiatan lain yang bisa mengalihkan fokus.

Leave a Reply