Rusaknya Keyboard Laptop yang Lama Tidak Terpakai

Hari ini, dengan sedikit rasa kesal Haha, akhirnya munculin lagi tulisan curhat. Pada kesempatan yang langka kali ini, aku ingin sedikit curhat tentang rusaknya keyboard laptop yang lama tidak terpakai samasekali. Tidak terpakai samasekali dalam artian sebenarnya. Bukan karena tidak pegang laptop sama sekali, tapi karena untuk aktivitas sehari-hari aku memakai laptop operasional kantor yang spesifikasi dan layarnya lebih memumpuni daripada kedua laptop yang bermasalah pada keyboard.

ilustrasi rusaknya keyboard laptop (sumber: Pixabay)

ilustrasi rusaknya keyboard laptop (sumber: Pixabay)

The story begins – rusaknya keyboard laptop

Cerita berawal ketika kemarin sedang bersih-bersih sekalian mencari lisensi MS Office yang entah kemana tercecernya (sudah ketemu, terselip di antara barang dagangan yang udah lama tidak terurus. Rencana ngurus lagi awal bulan Mei.

Setelah menemukan lisensi yang dicari tadi, akhirnya melancarkan niat untuk me-refresh salah satu notebook. Ketika selesai, ternyata malah keyboardnya yang bermasalah. Beberappa tombol tidak berfungsi karena ada salah satu tombol yang terus tertekan. Well, sungguh berat rasanya karena salah satu laptop favoritku yang mengalaminya.

Sampai-sampai barang-barang yang berserakan tidak terurus lagi; faktor utama kenapa tidak membereskan adalah karena rasa kantuk yang luar biasa super. Padahal niat hati ingin membereskan barang-barang sebelum tidur, apalah daya karena sekarang disarankan oleh dokter untuk tidak meminum kopi. Padahal Kopi juga merupakan sumber inspirasi.

Keesokan harinya tidak langsung membereskan barang-barang yang berserakan, tapi mencoba salah satu laptop ‘nganggur’ lainnya. Boom! ternyata masalahnya sama, ada tombol yang terpencet terus menerus. So, my first step is to open the case. Keliling-keliling sudut rumah, akhirnya aku berjumpa dengan 1 set obeng. Dengan nekatnya membuka salah satu laptop untuk mencoba melepas socket keyboard yang ada (siapa tau cuma sedikit longgar). Ketika itu, yang jelas ada beberapa komponen yang patah karena aku sendiri tidak mengerti cara membukanya dengan benar. Ah, nyerah saja. Masih banyak yang harus aku kerjakan. Aku bungkus rapi laptop yang sudah setengah terbuka dan patahanya . Sambil berharap ada keajaiban datang.

Hari ke-2

Akhirnya dengan rasa penasaran yang terobati. Dengan tenaga penuh membongkar casenya, eh, ternyata gak perlu buka case kalau cuma untuk memperbaiki keyboard. Tidak apalah, yang penting sekarang salah satu laptopnya terobati.

Bongkar-bongkar laptop

Bongkar-bongkar laptop

Kipasnya tidak berfungsi. Duh, sudah capek-capek bongkar, malah terkena jonk. Sembari melepas pasang socket yang menghubungkan kipas aku coba sambil membuka salah satu game yang berat. Ternyata, kipasnya nyala. Mudahan memang otomatis nyala kalau sudah mulai panas.

Update

Akhirnya, salah satu laptop harus dimasukkan ke “rumah sakit”. Karena yang satu ini lumayan berharga, sayang juga kalau harus dibongkar sendiri. Biaya penggantiannya pun cukup mehong yaitu Rp 650.000 untuk penggantian satu moduleAh, mulai sekarang, jangan sampai laptop dianggurin. Sedangkan laptop yang satunya biarlah rusak. Maunya sih keyboard baru plus laptop baru #eh. Jadi ingat blog baru salah satu blogger ‘pariwisata‘.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

2 comments » Write a comment

  1. aku amun keyboard laptop ku rusak pasti langsung panik tu pang wkwkwk kada kawa lg bepikirm embujuri sorang kd bisa

Leave a Reply