Review Buku: You, Only Better.

Review Buku: You, Only Better
Review Buku: You, Only Better

Review Buku: You, Only Better

Kembali lagi dengan review salah satu buku yang sempat aku ulas di tengah kesibukan menjadi seorang pegawai. Kali ini buku yang akan aku ulas adalah “You, Only Better” karangan Nicholas Bate. Mungkin sebenarnya tidaklah cukup 500 kata untuk membahas buku setebal 220 halaman. Jika kamu benar-benar berminat dan penasaran dengan buku ini, datanglah ke toko buku terdekat langgananmu.

Dengan subtitle “Berpikir dan bertindak positif untuk menciptakan versi diri yang terbaik”, kamu pasti tahu garis besar dari buku ini sendiri; yaitu berpikir dengan positif. Cocok untuk kamu yang selalu negative thinking terhadap sesuatu yang sebenarnya belum pasti terjadi atau seperti apa yang kamu pikirkan.

Hal yang sering muncul pada bab pertama adalah adalah 3 tahapan seperti: menyadari, menerima kenyataan, dan mengambil tindakan. Penulis buku ini juga memberikan ilustrasi secara tekstual contoh keadaan di dunia nyata dengan bantuan sebuah karakter yang merupakan seorang pekerja. Sebagai contoh, salah satu karakternya yang bernama Tim (nama seseorang) yang merupakan seseorang yang bekerja di bidang IT. Dia digambarkan merupakan seseorang yang sebenarnya ahli di bidang IT, tetapi dia lebih tertarik kepada passion-nya, futsal.

Langkah pertama yang dilakukan Tim adalah menyadari. Dia membuat catatan tentang apa yang ‘menghidupkan’ dan ‘melemahkan’nya. Dia membuat list tentang apa yang ‘menghidupkan’nya ketika dia bekerja di bidang IT. Beberapa contohnhya adalah dia senang menolong orang dan memecahkan  masalah IT. Satu hal yang ‘melemahkan’nya adalah tidak dihargai.

Langkah kedua adalah menerima kenyataan. Di mana pertimbangan tim adalah dia ingin mengejar passion-nya yaitu sebagai pemain futsal. Dia kemudian bekerja part time 3 hari di bidang IT dan 2 hari lainnya dia gunakan untuk melatih kebugaran.

Terakhir, yang ketiga adalah melakukan tindakan seperti berhenti menjadikan futsal sebagai impian. Tetapi menjadikkanya sebagai bisnis mini yang dapat dia jalankan. Untuk hal seperti ini, mungkin memerlukan tantangan besar bagi orang seperti kita. Di mana hal ini merupakan hal yang cukup sulit diterima keluarga. Tapi, tidak sedikit orang yang sukses dalam melakukan hal seperti Tim; bekerja paruh waktu dan menjadikan hobinya sebagai bisnis.

Buku You, Only Better

Buku You, Only Better

Pada bab selanjutnya, penulis juga berkisah tentang cara meningkatkan produktivitas, cara menjadi kreatif secara cemerlang, dan beberapa hal menarik yang mungkin bisa mengubah kehidupan kamu. Dari buku ini kita dapat memetik pelajaran bahwasanya dengan berpikir positif, hidup dapat menjadi lebih baik; termasuk berpikir positif ketika ingin melaksanakan suatu tindakan.

Buku ini memang begitu ‘menonjok’ jika boleh dibilang. Ini adalah salah satu buku yang bila semakin dibaca akan membuat jiwa menggebu-gebu. Biasanya aku tidak pernah melipat buku untuk menandai hal yang penting, tapi, ini buku pertamaku yang membuatku melakukannya.

Akhirnya sampai juga di tulisan yang berisikan kurang lebih 400 kata. Aku hanya akan memberikan ulasan tentang bagian pertama buku ini. Selebihnya kamu dapat membelinya dan membacanya sendiri karena bagian terakhir dari buku ini lah yang menjadi hal yang paling menarik.

Over all, buku ini menarik untuk dibaca. Meskipun entah mengapa bahasanya sedikit membingungkan; layaknya buku terjemahan yang lainnya. Bahasanya terkesan sedikit kaku. Aku sendiri ingin membaca buku ini dengan versi yang belum dialih-bahasakan. Yang jangan kamu lupakan adalah sadari, terima kenyataan, dan melakukan tindakan. Good luck.

Kapan-kapan boleh deh pinjam buku dari si anak tanjung.

Satu pesan dariku:

Mungkin kamu tidak memiliki gen kreatif. Akan tetapi, kreatif itu dapat diasah. Semangat!

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

Leave a Reply