Review Novel Origin oleh Dan Brown – Ilmu Pengetahuan Menghapus Agama?

Novel Origin oleh Dan Brown
Novel Origin oleh Dan Brown

Bagi para penggemar novel karya Dan Brown di Indonesia, rilisnya novel Origin pada tahun 2017 lalu, tepatnya pada 3 Oktober 2017, merupakan kabar gembira. Rasa penasaran pun semakin tinggi. Di dalam hati, setiap orang pasti bertanya-tanya apakah kali ini akan seseru novel sebelumnya. Mengingat cara penyampaian Dan Brown yang khas pada novel seperti pada buku seri Robert Langdon lainnya.

Jika pada novel-novel seri sebelumnya Langdon berhadapan dengan seni-seni klasik, kali ini dia berhadapan dengan seni-seni modern. Ya, seperti biasa, misteri berawal dari museum, gereja, atau tempat terkenal. Kemudian ada wanita yang ikut berlarian kesana kemari dan tertawa, eh, maksudnya ikut memecahkan misteri. 

Semua karya seni, arsitektur, lokasi, sains, dan organisasi yang ada di novel ini adalah nyata. Kamu dapat googling sembari membaca novel ini untuk menambah imajinasimu. Salah satu settingnya adalah Museum Guggenheim yang bisa dibilang cukup menakjubkan. Desain yang cukup unik dipadukan dengan interior yang futuristik menjadikannya kontras dengan novel-novel Dan Brown sebelumnya.

Salah satu tempat yang diceritakan di novel ini, Museum Guggenheim

Sinopsis

Sebuah temuan dari salah satu murid yang juga tidak lain adalah sahabat dari Robert Langdon, Edmond Kirsch yang menjawab tentang dari mana manusia berasal dan kemana manusia setelah mati membawa Langdon terbang ke Spanyol. Di mana Langdon menjumpai karya seni modern alih-alih karya seni klasik yang sering dia jumpai.

Kirsch mencoba mengumumkan penemuan yang disebutnya tidak hanya menggoyang fondasi-fondasi agama, tapi menghancurkannya di sebuah museum di Spanyol, Guggenheim. Tidak hanya disaksikan oleh undangan yang datang, tapi juga oleh jutaan di seluruh dunia lewat internet.

Namun, malang, Krisch terbunuh. Dia terbunuh pada detik-detik dia berdiri di podium sebelum mengumumkan temuannya. Terbunuhnya kris disaksikan banyak orang yang membuat kematiannya menjadikan tanda tanya besar. Seberapa maha dahsyatnya temuan dari Krisch sehingga dia harus mati agar semuanya tidak terungkap. Melihat hal itu Langdon tidak tinggal diam. Dia berupaya untuk mengungkapkan kepada dunia penemuan sahabatnya itu. Jalannya sungguh tidak mudah karena Langdon dianggap terlibat dalam pembunuhan salah satu miliader sekaligus ilmuan itu dan juga dituduh menculik salah satu tunangan calon raja Spanyol.

Seperti pada novel lainnya, Langdon harus bermain kejar-kejaran sembari memecahkan misteri.

Hal yang menarik

Kesuksesan Dan Brown dalam menggiring pembaca untuk meneruskan setiap babnya tidak diragukan. Ketika dalam keadaan sibuk, aku mencoba untuk membaca 1-2 bab saja, tetapi aku malah menghabiskan seperempat buku ketika itu. Rasa penasaran selalu muncul dan itulah yang penulis inginkan. Penulis sangat tahu di mana dia harus menutup bab dan memancing pembaca di pembuka bab. Aku pikir aku dapat menghabiskan buku ini dalam waktu sebulan mengingat kesibukanku. Tetapi aku salah, 3 hari.

Aku membayangkan bahwa novel Origin ini akan seberat novel-novel sebelumnya; di mana terkadang aku harus membaca berkali-kali agar aku mengerti tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi tidak di sini. Ceritanya lebih mudah diikuti. Alurnya tetap mudah dipahami. Hanya terdapat beberapa alur mundur yang mengisahkan kejadian di masa lampau.

Menjelajahi dunia dengan buku. Karya Dan Brown kali ini tetap menggunakan seting yang memukau. Kamu akan diajak mengelilingi Spanyol dengan keindahan-keindahannya. Sang penulis memanjakan imajinasi dengan membiarkan kita merasa berada di mana cerita ini berlangsung; tempat dengan arsitektur dan karya seni yang memang sebenarnya ada.

Hal yang sedikit mengecewakan

Dengan pembukaan yang menggebu-gebu, rasa penasaran yang mendalam, dan kata-kata penulis yang membuat setiap orang yang membacanya akan bermain tebak-tebakan, ternyata ending ceritanya tidak begitu sesuai dengan harapan dan agak bertele-tele. Hampir saja aku berteriak “Apanyaaaa?”. Seharusnya aku sudah bisa membayangkan bahwa apapun temuannya, jika memang sangat meyakinkan, tentunya sudah ditemukan oleh para ilmuan nyata yang benar-benar ada sekarang ini. Tetapi Dan Brown sukses membuat novel ini menjadi ‘nyata’ dengan risetnya yang benar-benar detil.

Di luar daripada ending yang kurang maksimal, penulis masih menyisihkan sisi misteri yang menurutku lebih asik dari endingnya sendiri. Apa itu? Cek sendiri biar seru. Pokoknya, sedikit menghibur hati lah….

Pada akhirnya….

Sejarah, ilmu pengetahuan, dan agama memang merupakan topik yang akan hidup sepanjang masa. Selama umat manusia masih mempercayai, meyakini, dan penasaran akan semua itu. Semua orang dengan rasa penasaran yang tinggi, tentunya akan menjadi penggemar setia dari novel-novel Dan Brown. Novel Origin ini, tetap menjadi salah satu novel favoritku.

Hm… Dan Brown sudah bicara tentang teori Darwin, pasti sebagian orang akan mengharapkan bahwa novel selanjutnya tentang bumi datar.

Judul Buku Origin
Penulis Dan Brown
Penerbit Penerbit Bentang
Tebal 516 Halaman
Terbit 3 Oktober 2018
Harga Rp 167.000
Komentar Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *