Tag

tutorial

Perbaiki Database Setelah Mengganti / Pindah Domain Blog WordPress (Selfhosted)

Pindah domain setelah 3 hampir tahun memakai hengkidh.web.id memang melalui pemikiran yang panjang. Saya sempat menunggu beberapa minggu untuk meyakinkan diri untuk memakai .com. Salah satu alasan yang membuat saya berganti dari domain .web.id ke .com adalah harganya yang naik. Setelah menerima email dari pengelola domain saya bahwa domain saya akan jatuh tempo dalam waktu 90 hari, saya mulai ‘jalan-jalan’ di…

Online Facebook (Chat) Menggunakan Empathy

Linux semakin populer. Karena tampilan Linux dan instalasi yang sangat mudah, Linux jadi semakin diminati di kalangan masyarakat. Varian Linux seperti Ubuntu sangatlah memanjakan pengguna dari segi tampilan; Instalasinya pun sangat berbeda dengan Slackware yang saya pasang di komputer saya ketika masih SMA (loh kok bandinginnya dengan Slackware, yang notabennya masih menggunakan CLI untuk instalasi).…

Pentingkah Menyimpan Revisi di Blog? (Self-Hosted WP)

RevisionsRevisions merupakan fitur WordPress yang memudahkan kita untuk melihat kembali revisi-revisi yang telah kita lakukan terhadap suatu tulisan, membandingkan antar revisi atau mengembalikan (restore) ke revisi tulisan yang sebelumnya. Pernah melihat jumlah revisi di tulisan yang kamu buat? Secara default, revisi tulisan dapat kita lihat di bagian paling bawah editor ketika kita melakukan editting terhadap tulisan di tab yang berjudul Revisions (tulisannya akan seperti ini jika bahasa default WordPress kita menggunakan bahasa Inggris). Revisi akan selalu bertambah apabila kita melakukan pembaharuan / update terhadap tulisan dan save draft.

... Kekurangan fitur Revisions bagi orang yang telinganya berdiri ketika dengar sesuatu yang berbau "menghemat" seperti aku [...]

Memasang Widget Plurk di Sidebar WordPress (Self-Hosted)

RevisionsRevisions merupakan fitur WordPress yang memudahkan kita untuk melihat kembali revisi-revisi yang telah kita lakukan terhadap suatu tulisan, membandingkan antar revisi atau mengembalikan (restore) ke revisi tulisan yang sebelumnya. Pernah melihat jumlah revisi di tulisan yang kamu buat? Secara default, revisi tulisan dapat kita lihat di bagian paling bawah editor ketika kita melakukan editting terhadap tulisan di tab yang berjudul Revisions (tulisannya akan seperti ini jika bahasa default WordPress kita menggunakan bahasa Inggris). Revisi akan selalu bertambah apabila kita melakukan pembaharuan / update terhadap tulisan dan save draft.

... Kekurangan fitur Revisions bagi orang yang telinganya berdiri ketika dengar sesuatu yang berbau "menghemat" seperti aku [...]

Browsing dengan Browser Berbasis Teks, Why Not?

Pernah browsing dengan menggunakan LYNX? Bahkan mungkin di antara kalian banyak yang berlum pernah mendengar tentang LYNX. Aku sendiri jarang mendengar teman – teman di kampus yang menggunakan browser ini. Di warung internet pun aku tidak pernah menjumpai browser ini.

LYNX merupakan browser yang berbasis teks (text-based). Browser ini merupakan salah satu alternatif bagi orang yang ingin menghemat biaya internet seperti aku yang menggunakan telepon genggamku sebagai modem. Dalam keadaan tertentu, aku tidak begitu mementingkan grafik ketika aku hanya memerlukan informasi berupa teks. Untuk URL baru, kita dapat menekan g. [...]

Belajar Vi Untuk Pemula

Vi adalah program standar untuk mengedit text. Ada beberapa jenis vi, antara lain vi, elvis, vile, dan vim. Setiap jenisnya memiliki basis fitur yang sama, jadi mempelajari satu versi (clone) memudahkan untuk memahami yang lainnya.

Dalam Slackware Linux, versi default dari vi adalah elvis. Versi lain (vim dan gvim) jika kita telah menginstal package tertentu. gvim merupakan versi X Window yang terdiri dari toolbar, detachable menu, dan dialog box. [...]