Berbelanja Secara Offline atau Online?

Banyaknya toko online tidak serta merta ‘menghapus’ toko offline. Kamu dapat membuktikannya dengan mengunjungi pasar-pasar yang ada di tempat kamu tinggal. Hampir semua golongan dapat kamu temui di pasar. Jika kamu lihat, dipasar pun kamu mungkin akan bertemu dengan teman kamu yang gadgetholic. Hal tersebut mematahkan pendapat bahwa hanya orang yang tidak melek teknologi yang berbelanja di pasar tradisional.

Aku sendiri adalah konsumen pasar tradisional dan juga ‘pasar online’. Kamu mungkin juga orang yang sepertiku.

Tulisan ini aku buat untuk kamu yang masih bimbang tentang untuk berbelanja di mana dan juga untuk kamu yang ingin coba-coba berbelanja secara online. Di bawah ini ada sedikit tips yang berhubungan dengan belanja secara offline dan online.

Kamu bukan tipe orang yang suka menunggu

Menunggu sepertinya adalah salah satu hal yang wajib jika kamu berbelanja secara online. Apalagi jika toko ‘asli’ yang menjualkan produk berada jauh dari tempat kamu berada. Jarak yang cukup jauh mengharuskan toko untuk menggunakan jasa ekspedisi. Terkadang, pengiriman dari Kota A ke Kota B memakan waktu beberapa hari. Jika kamu beruntung, kamu akan mendapatkan barangmu dalam jangka waktu sehari; sebaliknya, mungkin kamu harus menjemput sendiri barang belanjaan kamu.

Menunggu

Menunggu (Sumber: Pixabay)

Kamu bukan orang yang gampang percaya

Membeli secara online diibaratkan membeli kucing di dalam karung. Kalau kucingnya dikeluarkan, dia akan mencakar. Eh, maksudnya bukan seperti itu. “Untung-untungan” mungkin adalah frase yang cocok untuk kamu yang gemar berbelanja online. Barang yang diperjual-belikan oleh si penjual terkadang tidak sesuai dengan deskripsi dan sebagian dari mereka ada juga yang bisa dibilang menipu. Tapi jangan takut. Jika kamu cermat dalam memilih penjual yang terpercaya, kemungkinan untuk tertipu itu sangat kecil.

Barang yang kamu beli tidak sesuai dengan ekspektasi kamu. Terkadang hal ini bisa terjadi karena kesalahan kamu sendiri dalam membeli. Banyak penjual jujur yang memberikan detil lengkap pada deskripsi. Contohnya jika kamu membeli sebuah jam tangan (biasanya jam tangan cewek). Ketika barang sampai, kamu merasa jamnya terlalu kecil. Padahal si penjual sudah menuliskan deskripsi lengkap termasuk diameter jamnya.

Begitu? Jangan beli barang secara online.

Kamu tidak peduli dengan harga alias kamu adalah owang kaya

Well, tidak mesti orang kaya juga sih.

Banyak yang bilang bahwa kita harus membantu ekonomi lokal. Apalagi di saat banyaknya mart-mart-an yang dianggap sebagian orang menggusur para pedagang yang ada di sekitarnya. Beberapa produk yang dijual secara offline terkadang lebih mahal jika dibandingkan dengan produk yang sama tetapi dijual secara online. Kamu tidak bisa mengatakan bahwa pedagang offline melakukan penipuan. Kamu juga harus memikirkan bahwa mereka perlu membayar sewa toko dan tetek-bengeknya; memperhitungkan ketidak percayaan kamu terhadap toko online yang barangnya tidak bisa kamu pegang-pegang atau coba.

Kamu menginginkan banyaknya pilihan dengan harga yang bersaing

Tidak dapat dipungkiri jika penggemar belanja online cukuplah banyak. Didukung pula dengan banyaknya marketplace untuk berbelanja secara online. Fitur dari website yang menyediakan jual-beli online saat ini sudah semakin canggih. Untuk membandingkan harga setiap toko juga sangat mudah. Termasuk juga kemudahan untuk memilih variant dari produk yang kamu beli. Kamu tidak perlu capek-capek untuk berkeliling dari toko ke toko. Hanya dengan duduk, kamu bisa memilih-milih produk. Saking bingungnya mungkin kamu bakal memborong semua.

Ingat bro, hidup bukan hanya untuk berbelanja. Jangan sampai terlena dengan kemudahan dan melupakan salah satu hal yang harus kamu lakukan, menikah. Ea!

Cukup segitu dulu opini saya tentang berbelanja offline maupun online. Sebagian dari kamu mungkin banyak yang kepikiran untuk berjualan secara online mengingat banyaknya orang yang berjualan dengan cara ini menggunakan modal yang lebih sedikit daripada membuat toko offline. Rezeki ada dimana-mana, bro. selain berdagang, kamu juga dapat mencoba peluang usaha peternakan sapi.

Posted by

Seorang Public Relations Officer di kampus swasta dan blogger lulusan Pendidikan Bahasa Inggris yang merangkap sebagai website administrator. Pembaca Akut dengan hobi menulisnya di bidang teknologi. Memiliki ketertarikan di bidang fotografi dan desain.

3 comments » Write a comment

  1. Pingback: Lindungi Konten Berbahaya dari Anak dengan Youtube Kids - HengkiHengki

Leave a Reply